▴RENOVASI GEDUNG DINAS PERUMAHAN RAKYAT, KAWASAN PERMUKIMAN, DAN PERTANAHAN TAHUN 2025▴ - Pembinaan Ketua RT dan RW Kabupaten Purworejo 2026, Dorong Pelayanan Masyarakat yang Responsif dan Transparan
- Ketua TP PKK Kabupaten Purworejo Lantik Ketua TP PKK dan Posyandu 4 Kecamatan
- Bupati Purworejo Dorong Kreativitas Guru TK dan Paud, Hadirkan Pendidikan yang Menyenangkan
- Pemkab Purworejo Dorong Penguatan LKMD/LKMK, Sinergi Wujudkan Visi Misi Pembangunan
- Apel dalam Dalam Rangka Penyerahan SK Kenaikan Pangkat
- Dukung Pengembangan Ekonomi Kreatif Lokal, Bupati Purworejo Resmikan Kedai Kopi Wetan Kalen
- Hadir dalam Acara Diskusi terkait Rencana Program Pengembangan Kawasan Pesisir Selatan Kabupaten Purworejo
- Pemasangan Pathok dan Penyesuaian Batas Tanah Negara
- Forum Penataan Ruang Kabupaten Purworejo
- Paparan akhir konsultan perencana
Ribuan Orang Berebut Tumpeng di Pantai Dewa Ruci
Berita Terkait
- Sedekah Laut Desa Kertojayan, Pantai Genjik Dipadati Pengunjung0
- ASN BerAKHLAK0
- Penyuluhan Bahasa Indonesia bagi Tenaga Profesional dan Calon Tenaga Profesional2
- Apel dan Halalbihalal Hari Pertama Pasca Libur Lebaran0
Berita Populer
- Survey Kepuasan Pelanggan
- Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Jabatan Fungsional TBP dan TPL di lingkungan Kementerian PUPR dan Pemerintah Daerah di Provinsi Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta
- Tinjauan Lapangan Izin Penggunaan Pemanfaatan Tanah (IPPT) Rumah Tinggal
- Rakor Penyusunan LARAP dan UKL/UPL
- Sosialisasi Bidang Infrastruktur Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Tahun 2025
- Rapat Koordinasi Pelaksanaan Kegiatan TA. 2019 dan Persiapan Kegiatan TA. 2020
- Desk Pembuatan Proposal Awal RTLH 2020
- Rapat Koordinasi Penyusunan Laporan Keuangan
- Usulan Calon Peserta Lokasi (CPCL) SHAT Lintas Sektor Tahun Anggaran 2021
- Pengembangan kompetensi bagi Aparatur Sipil Negara (ASN)

Sejumlah 60 Gunungan hasil bumi habis diperebutkan masyarakat pada acara sedekah laut Merti Jaladri Nelayan Jatimalang yang berlangsung di kawasan Pantai Dewa Ruci, Desa Jatimalang, Kecamatan Purwodadi, Senin (21/07/2025).
Kepala Desa Jatimalang, Suwarto, menyampaikan bahwa kenduri dan Merti Jaladri merupakan salah satu momen penting bagi nelayan Desa Jatimalang atas limpahan rezeki dari laut selama satu tahun. Ia berharap tahun ini nelayan dapat melaut dengan aman.
"Kenduri dan Merti Jaladri ini diadakan setiap tahun, tetapi tahun ini sedikit meriah dikarenakan terdapat 60 gunungan hasil bumi yang akan diperebutkan untuk masyarakat. Dan malamnya akan digelar pagelaran wayang kulit," jelasnya.
Selain menyajikan tumpeng dan gunungan, nelayan Jatimalang juga melarung ingkung ayam jago jenis Jali sebagai wujud syukur. Sedangkan untuk pagelaran wayang kulit akan digelar semalam suntuk di pinggir Pantai Dewa Ruci.
Sementara itu Wakil Bupati Purworejo, Dion Agasi Setiabudi SIKom MSi, yang hadir menyaksikan dan mengikuti seluruh rangkaian Merti Jaladri menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Purworejo akan terus mendukung pelestarian budaya lokal. Baginya hal ini merupakan bentuk nyata dari penguatan jati diri masyarakat dan mendukung sektor ekonomi kreatif dan pariwisata.
"Penting sekali kita semua ini nguri-uri budaya adiluhung. Merti Jaladri seperti ini belum tentu di semua daerah ada. Untuk itu saya mengajak seluruh masyarakat untuk terus bersyukur atas limpahan rezeki dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala ini," ujarnya.
Dion mengatakan, acara sedekah laut hampir setiap tahun dilaksanakan di beberapa tempat di pesisir Kabupaten Purworejo dan menjadi momen penting bagi nelayan disana untuk menjaga kearifan lokal.
"Melestarikan warisan budaya lokal harus terus dijaga, supaya anak cucu kita mempunyai jati diri dan rasa bangga. Selain itu menjadi cermin kearifan masyarakat pesisir untuk terus menumbuhkan keselarasan hidup berdampingan dengan alam," imbuhnya.
Dion juga mengungkapkan kekagumannya akan banyaknya perbedaan kearifan lokal yang ditampilkan oleh masing-masing wilayah, sehingga hal ini menambah khasanah budaya yang ada di Kabupaten Purworejo.
"Tentunya semua kegiatan dilaksanakan untuk mengungkapkan rasa syukur kepada Allah SWT. Setiap daerah mempunyai ketertarikannya sendiri yang akhirnya menambah khasanah. Seperti barusan, yang dilarung ayam hidup dan gunungan hasil bumi diperebutkan," pungkasnya.
Sumber: Prokopim







