- Perkuat Disiplin dan Jiwa Korsa, DINPERKIMTAN Ikuti Pembinaan Korpri
- DINPERKIMTAN HADIRI FGD 1 RDTR DAN KP 1 KLHS KAWASAN PERUNTUKAN INDUSTRI PURWODADI-NGOMBOL-GRABAG
- DINPERKIMTAn Gelar Internal Meeting
- Dinperkimtan Gelar Apel Pagi Senin, Sekretaris Dinas Sampaikan Tiga Pesan Penting
- DINPERKIMTAN Gelar Jumat Bersih Dalam Rangka World Clean Up Day
- Ikuti Bimtek Skm.go.id, DINPERKIMTAN Perkuat Sistem Penilaian Pelayanan Publik
- Dinperkimtan Dorong Percepatan Penyerahan PSU dan Evaluasi Perda Nomor 6 tahun 2024
- Dinperkimtan Gelar Upacara Hari Kesaktian Pancasila
- Sosialisasi Bantuan RTLH 2026, Perkuat Administrasi
- DINPERKIMTAN Gelar Sosialisasi SE DIRJEN dan BIMTEK PAKUeMAS 2026
Menteri Dukbangga RI Tinjau Penanganan Stunting dan RTLH di Purworejo
Berita Terkait
- Jamasan Tosan Aji Purworejo 2026: Menjaga Denyut Budaya Lintas Generasi0
- Dinas Perkimtan (Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan) Kabupaten Purworejo- Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan Rapat Koordinasi Dilanjutkan Verifikasi Usulan Penyelesaian Penguasaan 0
- Samakan Persepsi dengan DPRD, Pemkab Purworejo Matangkan 5 Proyek Strategis Daerah0
- Tinjau Pelaksanaan SPELING, Bupati Purworejo Dorong Masyarakat Cek Kesehatan Sejak Dini0
- Hadiri Wisuda Kelulusan SD Muhammadiyah Kemiri, Bupati Purworejo Tekankan Akhlak dan Karakter Anak0
- Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Purworejo 0
- Pemkab Purworejo Siapkan Langkah Strategis Lindungi Situs Prasasti Kayu Arahiwang0
- Peringatan Tahun Baru Islam 1448 H Kabupaten Purworejo, Perkuat Persatuan, Kepedulian dan Kebersamaan menuju Purworejo Berseri0
- Bupati Purworejo Resmikan Jembatan Gantung Sungai Semawung, Perkuat Akses dan Mobilitas Warga0
- Bhayangkara Fun Run 2026, Semangat Kolaborasi Wujudkan Purworejo yang Aman, Sehat dan Harmonis0
Berita Populer
- Survey Kepuasan Pelanggan
- Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Jabatan Fungsional TBP dan TPL di lingkungan Kementerian PUPR dan Pemerintah Daerah di Provinsi Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta
- Tinjauan Lapangan Izin Penggunaan Pemanfaatan Tanah (IPPT) Rumah Tinggal
- Rakor Penyusunan LARAP dan UKL/UPL
- Pengembangan kompetensi bagi Aparatur Sipil Negara (ASN)
- Sosialisasi Bidang Infrastruktur Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Tahun 2025
- Rapat Koordinasi Pelaksanaan Kegiatan TA. 2019 dan Persiapan Kegiatan TA. 2020
- Desk Pembuatan Proposal Awal RTLH 2020
- Rapat Koordinasi Penyusunan Laporan Keuangan
- Kewajiban penyerahan prasarana, sarana, dan utilitas umum (PSU)

Purworejo - Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Republik Indonesia, Dr. H. Wihaji, S.Ag., M.Pd., melaksanakan kunjungan kerja di Kabupaten Purworejo dalam rangka peninjauan penanganan stunting dan rumah tidak layak huni (RTLH) di Purworejo, dilanjutkan dengan dialog interaktif, yang bertempat di Ganeca Convention Hall (GCH) Purworejo, Kamis (18/6/2026).
Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Purworejo, Yuli Hastuti, S.H beserta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala perangkat daerah, Penyuluh Keluarga Berencana (KB), Tim Pendamping Keluarga (TPK), kader KB, serta para pemangku kepentingan terkait di lingkungan Kabupaten Purworejo.
Dalam sambutannya, Bupati Purworejo menyampaikan rasa hormat dan bangga atas kehadiran Menteri Dukbangga RI beserta rombongan di Kabupaten Purworejo. Bupati mengungkapkan bahwa kunjungan ini merupakan bentuk perhatian langsung Pemerintah Pusat yang menjadi motivasi besar bagi jajaran pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan dalam mengakselerasi program-program prioritas nasional di bidang kependudukan dan pembangunan keluarga.
"Atas nama Pemerintah Kabupaten Purworejo dan seluruh masyarakat, kami menyampaikan selamat datang dan terima kasih kepada Bapak Menteri beserta rombongan. Kami merasa sangat berbahagia, terhormat, sekaligus bangga karena Kabupaten Purworejo mendapat perhatian langsung dari Bapak Menteri," ujar Bupati.
Lebih lanjut, Bupati menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Purworejo untuk terus mendukung Program Bangga Kencana serta percepatan penurunan angka stunting. Pemerintah daerah juga menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu program unggulan nasional, khususnya bagi sasaran prioritas 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Bupati berharap melalui kegiatan dialog interaktif ini, para kader dan Tim Pendamping Keluarga dapat memperoleh arahan, motivasi, dan penguatan langsung dari Menteri, sehingga mampu meningkatkan kualitas pendampingan keluarga di tingkat desa dan kelurahan.
"Kepada seluruh Penyuluh KB, Tim Pendamping Keluarga, kader KB, dan seluruh peserta yang hadir, mari kita dengarkan arahan Bapak Menteri, kita kuatkan komitmen, dan kita tingkatkan kerja bersama untuk mewujudkan keluarga Purworejo yang sehat, tangguh, berkualitas, dan sejahtera," pesan Bupati.
Dalam arahannya, Menteri Dukbangga RI, Wihaji, menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap capaian Pemerintah Kabupaten Purworejo dalam menekan angka prevalensi stunting. Berdasarkan data terkini, angka prevalensi stunting di Kabupaten Purworejo tercatat sebesar 14 persen, suatu capaian yang dinilai telah melampaui standar nasional.
"Di Purworejo sudah bagus, angka prevalensi stuntingnya 14 persen. Artinya sudah bagus. Namun demikian, capaian ini harus terus dipertahankan dan ditingkatkan melalui kerja yang berkesinambungan dan kolaboratif," ujarnya.
Menteri Wihaji menyoroti pentingnya perhatian khusus terhadap Keluarga Risiko Stunting (KRS) , yakni keluarga-keluarga yang memiliki potensi tinggi terhadap kejadian stunting berdasarkan indikator ekonomi, sanitasi, akses pangan, dan pola asuh. Melalui Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting), rumah tidak layak huni (RTLH) akan dibedah dengan bantuan senilai Rp50 juta. Bantuan tersebut diberikan kepada keluarga yang dinilai memiliki risiko stunting akibat kondisi lingkungan tempat tinggal yang belum memenuhi standar kesehatan.
Sebelum menyerahkan bantuan, Menteri Wihaji meninjau langsung rumah keluarga Ponikem yang dihuni bersama suami, anak dan 3 cucunya, di Kelurahan Lugosobo, Kecamatan Gebang. Dari hasil peninjauan, ia menemukan sejumlah faktor yang berpotensi memicu stunting, mulai dari kondisi sanitasi, ruang tidur hingga dapur yang kurang layak.
"Tadi saya melihat kondisi MCK, tempat tidur, dapur, dan sebagainya. Dalam teori kesehatan, kondisi seperti itu memiliki potensi menimbulkan stunting. Karena itu, hari ini kita bantu melalui program Genting," jelasnya.
Selain bantuan fisik berupa rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH), Wihaji menegaskan bahwa pendampingan berkelanjutan akan dilakukan oleh Tim Pendamping Keluarga untuk memastikan penanganan yang diberikan tepat sasaran dan berkelanjutan.
Menteri Dukbangga juga menekankan pentingnya pengawasan yang ketat terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya bagi sasaran prioritas 3B (ibu hamil, ibu menyusui, dan balita). Menteri mengingatkan agar program ini benar-benar dinikmati oleh kelompok sasaran yang berhak.
Kemudian, pada malam harinya Menteri Wihaji membuka Puncak Milad Majelis Dakwah Islamiyah ke 48 Grand Final Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) dan Lomba Dakwah Disabilitas Tingkat Nasional tahun 2026 di Pondok Pesantren An Nawawi Berjan.
Sumber: IKP
.png)

.jpg)






