Rapat Koordinasi Pelaksanaan PAMSIMAS Eks Karesidenan Kedu

By Admin 30 Okt 2019, 15:03:20 WIB Laporan

Rapat Koordinasi Pelaksanaan PAMSIMAS Eks Karesidenan Kedu dilaksanakan pada tanggal 23 Oktober 2019 di Dinas PU Bina Marga dan Cipta Ruang Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Acara ini dihadiri oleh BAPPEDA , Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Biro Infrastuktur dan Sumber Daya Alam Setda, dan Balai Sarana Permukiman Provinsi Jawa Tengah. Selain itu, dari Pemerintah Daerah Kabupaten Purworejo, Temanggung, Wonosobo, Magelang, dan Kebumen hadir BAPPEDA, Dinas yang menangani PAMSIMAS, Bapermas, Dinas Kesehatan, Distric Coordinator (DC), dan Asosiasi SPAM. Narasumber pada acara ini adalah Bapak Ir. Susilo Tri Budiyono selaku Koordinator PAMSIMAS Provinsi Jawa Tengah dan Bapak Tulus Sugiarto selaku Pegawai Dinas PU Cipta Karya Provinsi Jawa Tengah. Bapak Susilo menyatakan bahwa target 100% akses layanan air minum di Tahun 2019 belum dapat tercapai karena tingkat peningkatan jumlah penduduk yang semakin tinggi sedangkan sumber air semakin berkurang. Diperlukan kerja keras di tahun – tahun berikutnya agar pencapaian target 100% akses layanan air minum dapat tercapai.

Rapat Koordinasi ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan PAMSIMAS Tahun 2019 dan juga mengetahui capaian air minum Tahun 2019 melalui Program PAMSIMAS, SPAM, PDAM, dll. Oleh karena itu diperlukan Paparan DPMU PAMSIMAS dari tiap-tiap Kabupaten guna sharing terkait permasalahan yang terjadi dalam pelaksanaan PAMSIMAS agar didapatkan solusi bersama demi mencapai percepatan progress realisasi fisik. Selain itu, perlu membahas permasalahan Stunting yang terkait dengan tingkat sanitasi masyarakat. Peningkatan sanitasi masyarakat / PHBS di masyarakat dapat dilakukan dengan pemicuan CLTS (Community Lead Total Sanitation) atau Sanitasi Total yang dipimpin oleh masyarakat, Promosi Kesehatan, dan fasilitasi uji kualitas air oleh sanitarian. Diharapkan tigkat BABS di masyarakat berkurang secara bertahap dan Desa yang dapat memperoleh predikat ODF dapat terus meningkat.  

Dalam PAMSIMAS juga ada kegiatan peningkatan PHBS di sekolah dengan membangun sarana cuci tangan di sekolah, tetapi terkadang sarana tersebut ada yang tidak dapat berfungsi kembali karena sesuatu hal, misalnya hilangnya sumber air, dll. Bapak Ir Susilo Tri Budiyono mengatakan bahwa sarana sanitasi di sekolah yang mengalami kerusakan untuk segera diperbaiki dan diserahkan asetnya kepada pihak sekolah agar nantinya jika memerlukan perbaikan kembali dapat direhabilitasi dengan dana BOS.

Bapak Tulus menyarankan agar KPSPAM kreatif dalam memberikan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak melakukan BABS. Selain itu beliau juga menyarankan untuk mengatasi masalah SR penduduk yang tidak ada water meternya, dapat digalakkan kredit mikro yang nantinya bisa digunakan untuk memperbaiki/ memasang water meternya kembali. Tidak adanya water meter menyebabkan permasalahan yang kompleks, pemakaian air menjadi tidak terkendali karena warga merasa air dapat diperoleh secara gratis, hal tersebut dikhawatirkan mengakibatkan sumber air dapat berkurang drastis bahkan hilang sama sekali.




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment