▴RENOVASI GEDUNG DINAS PERUMAHAN RAKYAT, KAWASAN PERMUKIMAN, DAN PERTANAHAN TAHUN 2025▴ - Mandiri dan Berdaya, Ratusan KPM PKH Purworejo Resmi Diwisuda
- Forum Perangkat Daerah DINLHP Kabupaten Purworejo Tahun 2027
- Forum Perangkat Daerah BPBD Kabupaten Purworejo Tahun 2027
- Bapperida Kabupaten Purworejo menyelenggarakan Forum Perangkat Daerah dalam rangka Penyusunan Rencana Kerja (Renja) Tahun 2027 dan Forum Konsultasi Publik
- Forum Perangkat Daerah BPKPAD Kabupaten Purworejo Tahun 2027
- Forum Perangkat Daerah Dinperkimtan Tahun 2027 DPUPR Kabupaten Purworejo
- Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Purworejo
- Forum Perangkat Daerah Dinperkimtan Tahun 2027
- Peletakan Batu Pertama Tandai Dimulainya TMMD di Desa Grabag Purworejo Tahun 2026
- Manasik Haji Terintegrasi Kabupaten Purworejo, Wujudkan Haji Ramah Lansia, Perempuan, dan Disabilitas
Nguri-Nguri Budaya Lokal Purworejo melalui Jamasan Pusaka Tahun 2025
Berita Terkait
- Pemkab Purworejo Dukung Upaya Masyarakat dalam Pembangunan SDM0
- Arsiparis Purworejo Raih Gelar Arsiparis Teladan Jawa Tengah0
- Menyambut Tahun Baru 1447 Hijriah Menuju Purworejo yang Religius0
- Monitoring Rusunawa Bayeman0
- Rakor Identifikasi Potensi Zona PKL 0
- Ketua dan Pengurus Tim Penggerak PKK Kabupaten Purworejo Masa Bakti 2025-2030 Dikukuhkan0
- Kepala Dinperkimtan turut hadir dalam Acara Sosialisasi Perbup Nomor 12 Tahun 20250
- Pemerintah Kabupaten Purworejo Dorong Digitalisasi Pembayaran Pajak dan Retribusi Daerah0
- Ribuan Rumah di Purworejo Terima Program Inpres Percepatan Air Minum0
- Bangga Kencana Berseri di Purworejo0
Berita Populer
- Survey Kepuasan Pelanggan
- Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Jabatan Fungsional TBP dan TPL di lingkungan Kementerian PUPR dan Pemerintah Daerah di Provinsi Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta
- Tinjauan Lapangan Izin Penggunaan Pemanfaatan Tanah (IPPT) Rumah Tinggal
- Rakor Penyusunan LARAP dan UKL/UPL
- Rapat Koordinasi Pelaksanaan Kegiatan TA. 2019 dan Persiapan Kegiatan TA. 2020
- Desk Pembuatan Proposal Awal RTLH 2020
- Rapat Koordinasi Penyusunan Laporan Keuangan
- Usulan Calon Peserta Lokasi (CPCL) SHAT Lintas Sektor Tahun Anggaran 2021
- Sosialisasi Bidang Infrastruktur Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Tahun 2025
- Sosialisai BSPS 2020 dan Verifikasi Lapangan

Dalam rangka menjaga kelestarian budaya lokal, Museum Tosan Aji Purworejo yang kini mengoleksi 1.286 Tosan Aji dan 276 benda cagar budaya lainnya, menggelar Jamasan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Purworejo, Kamis (26/06/2025).
Prosesi Jamasan Tosan Aji yang dilakukan rutin setiap tahun ini, diharapkan tidak hanya merawat benda-benda warisan sejarah dan budaya secara fisik saja , namun juga sebagai sarana introspeksi dan pembersihan diri sebagai indentitas budaya Jawa.
Jamasan Tosan Aji juga dimeriahkan dengan pagelaran wayang kulit dengan Gagrak Bagelen dengan lakon “Pandu Swargo” oleh dalang Ki Dewoto dan dilanjutkan dengan lakon “Romo Nitis” oleh dalang Ki Parikesit. Pementasan ini sebagai upaya pelestarian Gagrak Bagelen untuk kemudian didokumentasikan dan diusulkan menjadi WBTB (Warisan Budaya Tak Benda) dari Purworejo.
Bupati Purworejo Yuli Hastuti SH dalam sambutannya menegaskan pentingnya menjaga kelestarian budaya lokal Kabupaten Purworejo.
"Telah kita ketahui bersama bahwa Kabupaten Purworejo merupakan salah satu kabupaten yang kaya akan budaya, yang hingga kini masih terus dilestarikan dan dijunjung tinggi oleh masyarakatnya. Salah satunya adalah budaya yang berkaitan dengan tosan aji atau senjata pusaka," ujarnya.
Bupati juga menyampaikan komitmen perhatian Pemerintah Kabupaten Purworejo terhadap pengembangan Musem Tosan Aji.
"Kami terus berupaya mengembangkan dan menyempurnakan Museum Tosan Aji yang tidak hanya menjadi sarana pelestarian senjata pusaka, tetapi juga sebagai media edukasi bagi generasi muda kita," tegasnya.
Bupati juga berharap wayang kulit khas Bagelen dapat lolos menjadi Warisan Budaya Tak Benda, sehingga makin menegaskan budaya asli Purworejo di kancah nasional. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk selalu menjaga dan melestarikan budaya.
"Mari kita jaga, lestarikan, dan wariskan budaya yang kita miliki saat ini agar generasi mendatang tidak kehilangan identitas dan jati diri budaya Jawa," ajaknya.
Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Purworejo, Dyah Woro Setyaningsih, menjelaskan bahwa pada jamasan tahun ini ada sebanyak tiga buah Tosan Aji yang dijamas.
"Dua Tosan Aji merupakan koleksi Museum Tosan Aji yang mewakili era Mataram Kuno dengan Keris Naga Pasung (Tangguh Bagelen, masa Kabudhan) dan Keris Brojol (era Mataram Islam). Satu Tosan Aji lainnya adalah milik Wakil Bupati Purworejo, Bapak Dion Agasi Setiabudi, berupa Keris berdapur Sengkelat yang dibuat pada masa Sultan Agung," terang Woro.
Sumber: Prokopim







