▴RENOVASI GEDUNG DINAS PERUMAHAN RAKYAT, KAWASAN PERMUKIMAN, DAN PERTANAHAN TAHUN 2025▴ - DINPERKIMTAN ADAKAN BIMTEK PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI DESA SOMOGEDE
- Rapat persiapan penelitian lapangan oleh Tim Terpadu Penyelesaian Penguasaan Tanah dalam Rangka Penataan Kawasan Hutan (PPTKH) Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026.
- DINPERKIMTAN PAPARKAN PELAKSANAAN BANSOS PERBAIKAN RTLH TAHUN 2026
- RAPAT KOORDINASI PENsertipikatan TANAH NEGARA DAN TMKH UNTUK RELOKASI WARGA BRUKUTAN
- DINPERKIMTAN PURWOREJO SIAP JADI UNIT LOKUS EVALUASI PEKPPP 2026
- DINPERKIMTAN GELAR APEL RUTINAN SENIN PAGI
- Dinperkimtan Gelar Rapat Koordinasi Pembahasan Pengesahan Siteplan Perumahan
- Forum Jejaring Penanaman Modal
- Apel Pagi Minggu Pertama Bulan Juli 2026
- Rapat Koordinasi Peningkatan dan Pengawasan Kinerja Perangkat Daerah Bidang Ekonomi, Sosial Budaya (EKOSUSBUD)
Kerukunan Antar Umat Beragama Menjadi Program Penting dalam Pembangunan Daerah
Berita Terkait
- Pemkab Purworejo Dorong Sinergitas Pramuwisata dalam Membangun Ekosistem Pariwisata Purworejo0
- Bimtek Bankeupemdes RTLH tahun 2025 0
- Tim Penanganan Kemiskinan Ekstrem Dinperkimtan Purworejo melaksanakan verifikasi di Desa Jatirejo, Kecamatan Kaligesing.0
- Lomba Desain Logo Hari Jadi ke 80 Provinsi Jateng0
- Sinergitas Jatman Memperkuat Ketahanan Ideologis Bangsa0
- Jaga Stabilitas Harga Pangan, Pemerintah Gencarkan Gerakan Pangan Murah0
- Rapat Koordinasi dan Pengukuran Tanah Negara di Desa Munggangsari oleh Kantor Pertanahan Kabupaten Purworejo0
- Rakor Pengendalian Inflasi Tahun 20250
- Mengikuti Zoom Meeting Webiner Nasional “ASN KOMPETEN DI ERA DIGITAL”,0
- 38 Anak Ikuti Sunatan Berkah bersama Kopelaku 0
Berita Populer
- Survey Kepuasan Pelanggan
- Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Jabatan Fungsional TBP dan TPL di lingkungan Kementerian PUPR dan Pemerintah Daerah di Provinsi Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta
- Tinjauan Lapangan Izin Penggunaan Pemanfaatan Tanah (IPPT) Rumah Tinggal
- Rakor Penyusunan LARAP dan UKL/UPL
- Sosialisasi Bidang Infrastruktur Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Tahun 2025
- Rapat Koordinasi Pelaksanaan Kegiatan TA. 2019 dan Persiapan Kegiatan TA. 2020
- Pengembangan kompetensi bagi Aparatur Sipil Negara (ASN)
- Desk Pembuatan Proposal Awal RTLH 2020
- Rapat Koordinasi Penyusunan Laporan Keuangan
- Usulan Calon Peserta Lokasi (CPCL) SHAT Lintas Sektor Tahun Anggaran 2021

Menjaga kerukunan antar umat beragama dan penghayat kepercayaan menjadi bagian penting dari komitmen membangun masyarakat yang inklusif, damai, dan harmonis. Penekanan itu, disampaikan oleh Bupati Purworejo Yuli Hastuti SH saat menghadiri kegiatan Dialog Kerukunan Beragama dan Penghayat Kepercayaan yang sekaligus juga meluncurkan Proyek Perubahan Kawal Pemda (Kajian dan Wawasan Literasi untuk Pencegahan Radikalisme dalam Kebijakan Daerah) di Rumah Makan Ayam Bakar Bambu Kuning (ABK) Purworejo, Rabu (9/7/2025).
Bupati mengatakan, dialog kerukunan menjadi ruang bersama untuk mempererat simpul persaudaraan, menguatkan pemahaman lintas iman dan keyakinan dan meneguhkan semangat gotong royong. Disampaikannya, Kabupaten Purworejo senantiasa menjunjung tinggi semangat kebhinekaan dalam bingkai nilai religius dan kearifan lokal.
"Hal ini sejalan dengan visi pembangunan daerah tahun 2025–2029, yaitu Purworejo Berseri — Berdaya Saing, Sejahtera, Religius, dan Inovatif," jelas Bupati.
Bupati juga mendukung penuh peluncuran proyek perubahan "Kawal Pemda" sebagai langkah inovatif untuk mendorong penguatan literasi ideologi, kebangsaan, serta ketahanan sosial melalui pendekatan kebijakan yang inklusif dan kolaboratif. Ia mengajak masyarakat ikut ambil bagian mengawal keberagaman, menjaga ideologi Pancasila, dan memperkuat ketahanan sosial.
"Jadikan keberagaman sebagai kekuatan, dan toleransi sebagai fondasi kebersamaan. Mari kita bangun Purworejo yang harmonis, bersatu, berseri menuju masa depan yang cerah," pungkasnya.
Sementara itu Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik Triwahyuni Wulansari AP MAP yang menginisiasi Kawal Pemda menjelaskan bahwa proyek tersebut sangat strategis karena menjadi bagian dari upaya sistemik untuk menyaring kebijakan daerah, dari potensi masuknya ideologi yang bertentangan dengan nilai-nilai kebangsaan dan Pancasila.
"Literasi yang baik akan membentuk kesadaran kolektif, memperkuat ketahanan masyarakat, dan memperkokoh identitas kebangsaan," pungkasnya.
Sumber: Prokopim
.png)







