▴MAKLUMAT PELAYANAN▴ - Dinperkimtan Purworejo Ikuti Rakor Penyelenggaraan Perumahan dan Permukiman di Bappeda Jawa Tengah
- Pengelola RUSUNAWA Bayeman Terapkan Pelayanan Jemput Bola Bagi Warga Disabilitas
- DINPERKIMTAN Ikuti Desk Evaluasi ProSN Semester I Tahun 2026
- Dinperkimtan Ikuti Kunjungan Tim LSDP, Perkuat Kesiapan Pengelolaan Sampah Kabupaten Purworejo
- DINPERKIMTAN Hadiri Paparan Akhir Kajian Pemetaan Potensi Investasi Kabupaten Purworejo Tahun 2026
- Dinperkimtan Hadiri Rapat Persiapan Pembinaan Posyandu Tingkat Kecamatan se-Kabupaten Purworejo
- Dinperkimtan Purworejo Hadiri Forum Koordinasi Dinas Perumahan se-Jawa Tengah dalam Rangka HAPERNAS 2026
- Perkuat Kolaborasi Lintas OPD, DINPERKIMTAN Hadiri Paparan DED Pasar Induk Kutoarjo
- Dinperkimtan Gelar Apel Pagi, Tekankan Publikasi Kegiatan dan Percepatan Program
- Dinperkimtan Purworejo Hadiri Pemantauan dan Evaluasi Aksi Mitigasi Perubahan Iklim
Jaga Stabilitas Harga Pangan, Pemerintah Gencarkan Gerakan Pangan Murah
Berita Terkait
- Rapat Koordinasi dan Pengukuran Tanah Negara di Desa Munggangsari oleh Kantor Pertanahan Kabupaten Purworejo0
- Rakor Pengendalian Inflasi Tahun 20250
- Mengikuti Zoom Meeting Webiner Nasional “ASN KOMPETEN DI ERA DIGITAL”,0
- 38 Anak Ikuti Sunatan Berkah bersama Kopelaku 0
- Perkuat Jejaring Ekonomi Kreatif dan Pariwisata di Purworejo melalui Festival Layang-Layang dan Expo UMKM0
- Wedding Expo 2025 Dorong Geliat Ekonomi di Purworejo0
- Ribuan Jamaah Hadiri Kutoarjo Bersholawat0
- Pemkab Purworejo Jalin Kerja Sama Bidang Kesehatan dan Pendidikan0
- Rapat Koordinasi Pengurangan Kemiskinan Exstrem di Desa Ketangi dan Desa Wonosuko0
- Audit Sistem Kearsipan Internal 0
Berita Populer
- Survey Kepuasan Pelanggan
- Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Jabatan Fungsional TBP dan TPL di lingkungan Kementerian PUPR dan Pemerintah Daerah di Provinsi Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta
- Tinjauan Lapangan Izin Penggunaan Pemanfaatan Tanah (IPPT) Rumah Tinggal
- Rakor Penyusunan LARAP dan UKL/UPL
- Sosialisasi Bidang Infrastruktur Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Tahun 2025
- Pengembangan kompetensi bagi Aparatur Sipil Negara (ASN)
- Rapat Koordinasi Pelaksanaan Kegiatan TA. 2019 dan Persiapan Kegiatan TA. 2020
- Desk Pembuatan Proposal Awal RTLH 2020
- Rapat Koordinasi Penyusunan Laporan Keuangan
- Usulan Calon Peserta Lokasi (CPCL) SHAT Lintas Sektor Tahun Anggaran 2021

Menindaklanjuti kenaikan sejumlah bahan pokok, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah gelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di 11 kabupaten/kota. Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (Purn) Drs Ahmad Luthfi SH SSt MK menjelaskan, selain untuk menekan harga bahan pokok, kegiatan ini sekaligus sebagai upaya menjaga keterjangkauan harga beli masyarakat.
"Jadi intervensi harga ini kita lakukan di 11 kabupaten/kota dengan Bulog dengan Muspida untuk melakukan penetrasi harga agar tidak terjadi satu mungkin kelangkaan, yang kedua adalah fluktuasi harga yang terlalu tinggi atau agak tinggi di masyarakat," jelas Luthfi saat meninjau pelaksanaan GPM di halaman Kantor Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Senin (7/7/2025).
Menurut Luthfi, kenaikan harga bapokting akan berpengaruh terhadap kenaikan inflasi di wilayah Jawa Tengah jika tidak dilaksanakan intervensi secara cepat.
"Artinya intervensi pemerintah ini dalam rangka melakukan penetrasi harga agar masyarakat bisa terjangkau, yang kedua inflasi kita bisa kita jaga," tuturnya.
Dalam hal ini Pemprov Jateng menyalurkan subsidi menekan harga bahan pokok senilai total Rp40 juta, dengan perkiraan omzet sebesar Rp300 juta yang terdiri dari beberapa komoditas seperti beras, minyak goreng, telur, gula pasir, bawang merah/putih dan cabai rawit merah.
GPM dilaksanakan dengan melibatkan para pelaku usaha pangan (BUMN, BUMD, gapoktan/poktan/ pelaku usaha pangan lainnya), sehingga mendapatkan harga dasar dan memotong panjangnya rantai distribusi sampai di tangan konsumen.
Sementara itu Bupati Purworejo Yuli Hastuti SH yang turut mendampingi Gubernur Jawa Tengah bersama Wakil Bupati Dion Agasi Setiabudi SIKom MSi mengapresiasi intervensi yang dilakukan Pemprov Jateng dan berharap GPM dapat menstabilkan harga dan menjaga daya beli di kalangan masyarakat.
"Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan Gubernur Jawa Tengah Pak Luthfi, atas kerja sama Pemprov Jateng dan Pemkab. Tahun ini Purworejo jadi yang pertama GPM yang dikunjungi Gubernur, walaupun secara bersama dilaksanakan di sebelas kabupaten/kota," ucapnya.
Sumber: Prokopim
.png)

.jpg)






